Like facebook


music online

TOP ARTIKEL

About Me

Tampilkan postingan dengan label Nasrani/kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasrani/kristen. Tampilkan semua postingan

Paku Salib Yesus Yang Ditemukan ?


Paku yang diduga berasal dari kayu penyalib Yesus Kristus

Seorang jurnalis Israel-Kanada percaya bahwa ia mungkin telah berhasil melacak dua paku besi yang digunakan untuk menyalibkan Yesus Kristus. Atau setidaknya, benda itu merupakan "peninggalan lama hilang".

Bersama timnya, dia tengah menyiapkan tayangan Secrets of Christianity untuk stasiun televisi  History Channel. Host dan produser Simcha Jacobovici menemukan fakta yang mengejutkannya: Pada tahun 1990, arkeolog Israel menggali sebuah gua penguburan berusia 2.000 tahun dan menemukan dua paku yang dibuat oleh orang Romawi, tetapi menyembunyikan temuan itu.

Berdasar negosiasi, akhirnya HC boleh mempublikasikan penemuan dua osuarium - kotak pemakaman batu berisi dengan tulang manusia. Dalam peti itu tertulis inskripsi "Caiaphas" dan "Joseph con of Caiaphas". Peti terakhir sekarang ditampilkan di Museum Israel di Yerusalem.

Menurut Injil, Caiaphas atau Kayafas adalah imam besar Yahudi yang menyerahkan Yesus ke Roma untuk disalibkan. "Ada konsensus ilmiah umum bahwa makam dimana paku-paku yang ditemukan kemungkinan besar milik Kayafas pada waktu itu. Sekecil apapun, tapi menemukan di dalam kubur adalah sangat langka," kata Jacobovici di luar tembok batu yang tinggi di Kota Lama, di mana Yesus menghabiskan hari terakhirnya.

Ketika Jacobovici menemukan referensi singkat soal paku dalam laporan arkeolog resmi, ia mengaku, "Rahangku serasa turun," ia mengibaratkan.

"Ini akan menjadi seolah-olah, 2.000 tahun dari sekarang, para arkeolog menemukan gua Muhammad Ali namun lupa menyebutkan sepasang sarung tangan tinju yang ditemukan di sana. Tak ada yang istimewa dari sebuah sarung tinju, tapi bila itu sarung tangan khusus yang memiliki arti penting khusus untuk petinju terkenal, akan beda artinya bukan?" katanya.

Jacobovici pernah menjadi host  program Naked Archaeologist di stasiun History International  dan bekerja sama dengan pembuat film James Cameron pada 2007 untuk membuat film dokumenter kontroversial, "The Lost Tomb of Jesus."

Dia sebelumnya pernah menanyakan pada Israel Antiquities Authority soal paku itu. "Saya diberitahu mereka telah hilang."

 Kayafas, katanya, dikenal karena satu: pengadilan dan penyaliban Yesus. "Dia mungkin merasa terdorong untuk mengambil paku tersebut bersamanya ke kuburnya," kata Jacobovici.

Ada juga kepercayaan di antara beberapa orang Yahudi kuno bahwa paku dari salib yesus  memiliki kekuatan penyembuhan  dan "tiket ke alam baka".

Namun Gabriel Barkay, seorang profesor arkeologi di Bar-Ilan University, meragukan temuan itu. "Tidak ada bukti apapun bahwa mereka berasal dari makam Kayafas," katanya. "Itu dugaan semua."

Paku  digunakan untuk "berbagai tujuan," kata Barkay, "dari memperbaiki gerbang besi untuk pintu kayu dan peti mati, selain untuk penyaliban."

Ronny Reich,  arkeolog Universitas Haifa yang juga pernah meneliti Gua Kayafas, percaya gua itu "milik anggota keluarga Kayafas". Namun ia tak yakin dengan otentifikasi paku itu sebagai dari kayu penyalib Yesus.


sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/04/13/ljkf62-paku-dari-salib-yesus-ditemukan
Read more...
separador

KAIN KAFAN BERWAJAH YESUS

Kain kafan dari Turin adalah sejenis kain linen yang bercapkan wajah seorang pria yang tampaknya meninggal karena penyaliban. Umat Kristiani di dunia mempercayainya sebagai kain kafan Yesus Kristus. Saat ini kain kafan tersebut disimpan di Katedral St John the Baptist di Turin, Italia.

Meskipun banyak penyelidikan ilmiah yang dilakukan untuk mengungkap hal itu, namun hingga detik ini tidak seorang pun mampu menjelaskan bagaimana gambar wajah itu bisa berada pada kain kafan tersebut. Tes radiocarbon menyebut kain kafan tersebut berasal dari abad pertengahan, namun hasil tes radiocarbon itu diragukan.

  20 Kisah Misteri Dunia Yang Belum Terungkap

Sebelum abad pertengahan, muncul laporan bahwa kain kafan tersebut adalah gambar Edessa -laporan itu setidaknya sejak abad ke-4. Selain itu ada juga kain lain (sudarium) dikenal bahkan dari zaman Alkitab (Yohanes 20:7), bahwa kain digunakan untuk menutupi kepala Kristus ketika dikubur.

Sebuah studi 1999 oleh Mark Guscin, seorang anggota tim investigasi yang multidisiplin dari Pusat Sindonology Spanyol, meneliti hubungan antara dua kain. Berdasarkan sejarah, forensik patologi, kimia darah (yang sudarium juga dilaporkan jenis noda darah AB), dan pola noda, ia menyimpulkan, dua kain tersebut digunakan menutupi kepala yang sama dalam dua waktu berdekatan.

Avinoam Hector (seorang peneliti dari Universitas Ibrani Yerusalem) sependapat dengan analisis ini, menambahkan bahwa serbuk sari di sudarium cocok dengan kain kafan.
Betapapun semua hasil-hasil penelitian ini belum bisa mengungkap sepenuhnya tentang kain kafan dan wajah di dalamnya.
Read more...
separador

Yesus (”Perjamuan Terakhir”) dalam “Da Vinci Code”


sumber : filsafat.kompasiana.com

13336470592058171613


Dan Brown: “Agama punya satu musuh –yaitu kelesuan iman– dan debat adalah obatnya… Harapan saya, novel ini, selain menghibur pembaca, juga membuka kesadaran memulai menjelajah dan menyalakan imannya kembali….”

Marthin Luther: “Kita tidak bisa melarang burung beterbangan di atas kepala kita, tetapi kita bisa mencegahnya agar tidak bersarang di kepala kita!”
“Da Vinci Code” adalah salah satu novel yang pernah menjadi karya paling menggemparkan dunia! Filmnya pun telah dibuat dengan judul yang sama dengan pemeran utamanya Tom Hanks (2006). Sebuah fiksi yang dengan sangat pandai dikemas oleh pengarangnya, menjadi sebuah kisah yang seolah-olah nyata. Pengarangnya, Dan Brown, mengakui bahwa ini kisah fiksi, tetapi lokasi-lokasi, karya seni, arsitektur, organisasi-organisasi rahasia, dan sebagainya yang disebut di dalam novel itu adalah nyata dan merupakan fakta sejarah.

Intinya, Dan Brown mengatakan bahwa kisah petualang pakar simbol-simbol rahasia (symbologist) Robert Langdon dan Sophie Neveu dalam novelnya itu memang fiksi, tetapi latar belakang sejarah (setting ceritanya) adalah benar-benar nyata.

Jadi, bahwa Yesus sebenarnya diam-diam telah kawin dengan Maria Magdalena, mempunyai anak, dan keturunanannya turun-temurun masih ada sampai sekarang! Bahwa Injil yg dikenal sekarang sebenarnya sebuah rekayasa masa dahsyat hasil konspirasi Kaisar Romawi Konstantinus Agung dgn para Uskup sedunia di Nicea pada tahun 325, Yesus tidak lebih dari manusia biasa, Yesus tidak pernah bangkit, apalagi naik ke sorga, dan seterusnya. Merupakan fakta sejarah.

Substansinya adalah bahwa apabila apa yg diakui oleh Dan Brown itu betul2 merupakan fakta tak terbantahkan, maka seluruh fandasi ke-Kristen-an runtuh! Kristen tidak lebih dari omong kosong terdahsyat sepanjang sejarah umat manusia. Kristen musnah dari muka bumi! Karena fandasi, intisari Kristologi adalah bahwa Yesus adalah Tuhan, Penebus Dosa Manusia, Bangkit dari Kematian-Nya untuk menebus dosa umat manusia, pada hari ketiga naik ke sorga. Semuanya itu, menurut Dan Brown, adalah bohong besar. Suatu kebohongan yang selama hampir 2.000 tahun ditutup rapat-rapat oleh Vatikan.Bagi siapa saja yang mengetahuinya haruslah dibinasakan. Kalau tidak, ke-Kristen-an lah yang binasa.

Salah satu sifat universal manusia adalah selalu tertarik dgn hal-hal yg mengandung misteri, rahasia besar, kejutan, kontroversial, dan seterusnya. Oleh karena itu ketika Brown datang dengan “rahasia-rahasia” dan “misteri-misteri”-nya itu, jutaan orang pun tertarik. Setelah membaca novelnya, orang pun berkata-kata dalam hati: Siapa tahu memang begitu kejadiannya?
Pertanyaannya sekarang, apakah memang begitu?
Sudah banyak buku, seminar, diskusi, artikel, termasuk film-film edukasi yang dibuat yang membantah klaim Dan Brown tersebut. Bahwa ternyata banyak sekali apa yang disebut fakta sejarah sebenarnya (sangat) tidak akurat.

Ben Witherington III dalam Gospel Code mengatakan bahwa paling sedikit ada 150 ‘historical errors’ di dalam novel Dan Brown itu. Witherington III adalah profesor Perjanjian Baru di Asbury Theological Seminary di Wilmore, Kentucky, AS Ia dikenal sebagai peneliti dan penulis buku-buku mengenai sejarah mula-mula Injil / Perjanjian Baru..
Namun demikian, lepas dari penghujatan atau bukan, kontroversi Da Vinci Code pada sisi lainnya, sebenarnya bermanfaat juga bagi umat Kristiani. Karena dengan munculnya kontroversi ini, orang (Kristen) merasa terusik dan tertarik untuk membaca Alkitab yang selama ini mungkin sudah dilupakan dan tersimpan di dalam lemari yang berdebu selama bertahun-tahun. Banyak orang pun tertarik mempelajari dan mendalami Kristenitias, sejarahnya, arkeologisnya, dan pengimanannya.
Salah satu sisi kontroversial dalam novel tersebut adalah tentang lukisan “Perjamuan Terakhir” (“TheLast Supper”), yang menyebutkan bahwa sebenarnya di dalam lukisan karya Leonardo Da Vinci itu tersimpan rahasia hubungan Yesus dengan Maria Magdalena.

Perjamuan Terakhir adalah malam terakhir Yesus bersama dengan keduabelas muridNya makan bersama sesuai dengan adat Yahudi pada waktu itu, sebelum Dia ditangkap dan disalibkan. Atau biasa juga dikenal dengan sebutan “Kamis Putih” (dirayakan dengan ibadah khusus oleh umat Katholik). Sedangkan hari Yesus disalibkan sampai mati disebut sebagai hari Jumat Agung, dan pada hari ketiganya adalah Hari kebangkitanNya, yang diperingati sebagai Hari Paskah.
Pada novel dan film Da Vinci Code, antara lain diceritakan melalui penuturan tokoh Sir Leigh Teabing, bahwa terdapat kode maha rahasia pada lukisan “The Last Supper” itu. Bahwa gambar orang yang duduk di sebelah kanan Yesus itu, sebenarnya adalah Maria Magdalena, bukan Yohanes, sebagaimana diyakini selama ini. Buktinya, menurut novel tersebut, wajah orang yang dipercayai selama ini sebagai Yohanes bukan wajah seorang laki-laki, tetapi wajah seorang perempuan.
Ketika kita memperhatikan dengan saksama lukisan tersebut (tentu saja replikanya), ternyata benar adanya bahwa wajah orang yang duduk di sebelah kanan Yesus itu adalah wajah seorang perempuan yang halus. Tetapi, benarkah itu wajah seorang perempuan? Kalau pun benar, lalu di manakah Yohanes dalam lukisan tersebut?

Salah satu lukisan yg paling terkenal di seluruh dunia itu adalah pesanan gereja kepada Leonardo Da Vinci untuk menggambarkannya di dinding Gereja Marie delle Grazie di Milan, Itali. Apakah masuk akal kalau Leonardo berani menggambar seorang perempuan di situ, tanpa diketahui pihak gereja yang pada masa abad pertengahan itu terkenal sangat radikal? Tidak masuk akal kalau gereja tidak menyadari bahwa lukisan itu adalah gambar dari seorang perempuan, tanpa melakukan tindakan apa-apa terhadap Leonardo. Tetapi kenapa (memang) ada gambar perempuan di sebelah kanan Yesus itu?
Sebenarnya, pertanyaan yang lebis tepat adalah apa betul itu gambar seorang perempuan?

1333647627884575709

1333648209289931172

Dari sejarah diketahui bahwa pandangan umum di masa kehidupan leonardo itu (abad pertengahan) tentang seseorang yang berhati mulia dan sempurna adalah orang yang antara lain mempunyai wajah yang sangat ganteng, dan berkulit halus (baby face). Saking halusnya sampai menyerupai wajah seorang perempuan. Maka, pasti lukisan Leonardo Da Vinci itu pun terpengaruh oleh pandangan umum itu. Maka, ketika dia menggambarkan salah satu murid Yesus yang duduk di sebelah kanan Yesus di lukisan itu mempunyai wajah yang halus menyerupai perempuan. Tetapi itu bukan perempuan, itu adalah salah satu murid Yesus yang ikut dalam Perjamuan Terakhir itu. Dalam penelitian para ahli berpendapat bahwa orang itu adalah salah satu murid Yesus yang paling mulia, Yohanes.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa tidak hanya “The Last Supper” saja yang melukis pria seperti itu. Tetapi terdapat juga beberapa lukisan karya Leonardo yang menggambarkan wajah seorang pria yang seperti wajah seorang perempuan. Salah satunya adalah lukisan itu adalah “Angel in the Flesh.” Yang menggambarkan sosok seorang malaikat yang berjenis kelamin pria (lengkap dengan alat kelaminnya), tetapi berwajah seperti perempuan.

Karya Leonardo Da Vinci lainnya adalah lukisan Yohanes Pembaptis (“John the Baptist”) – Yohanes yang lain, yang membaptis Yesus di Sungai Yordan, bukan murid Yesus, yang dilukiskan juga dengan rupa bak seorang perempuan.



Read more...
separador

music online

Follow me


music online